Dear diriku ...
Bismillah.. untuk diriku yang sudah bersedia berjuang menjadi lebih baik, yang jarang sekali aku ucapkan terima kasih, boro-boro memberi hadiah.
Terima kasih sudah mau menerima egonya nafsu, firasat hingga keputusan yang tidak wajar. Masih sangat panjang perjalananmu bersamaku, aku masih membutuhkan keikhlasan, ketegaran dan kewarasanmu. Mari saling menguatkan dan tentunya menggandeng serta digandeng Allah.
Kali ini, keputusan yang akan kamu ambil bersamaku adalah keputusan yang akan menggetarkan ars-Nya, mengikat janji langsung kepada Maha pemberi janji dan menepati janji.
Perjanjian yang Allah sukai dan Iblis benci setengah mati.
Sudah yakin?
InsyaAllah.. mari diriku, kita mengarungi serta menahkodai kapal kecil ini bersama seorang putri yang engkau telah dapatkan izin dari orangtuanya serta milik-Nya.
Ingat, apa yang terjadi di kapal kecil itu kelak, akan menjadi tanggung jawabmu bersamaku, wahai diriku. Kekurangan itu sunatullah, dan saling memperbaiki adalah ikhtiar berbuah ridho dari-Nya kelak.
Jadi, menyalahkan masa lalu itu wajar namun saling mendukung untuk masa depan itu wajib di setiap detik bersama putri ini. Agar menjadi lebih dewasa, lebih mandiri hingga lebih bermanfaat untuk sekitar.
Nikmati dengan sabar serta syukur, kuncinya itu dan harus kamu, wahai diriku ingat baik-baik.
Bismillah.. biidznillah..
Bersama itu adalah jalan untuk Allah menurunkan ridho-Nya ketika masa perhitungan.
Wahai putri, mari berjuang bersama :)
Terima kasih sudah mau menerima egonya nafsu, firasat hingga keputusan yang tidak wajar. Masih sangat panjang perjalananmu bersamaku, aku masih membutuhkan keikhlasan, ketegaran dan kewarasanmu. Mari saling menguatkan dan tentunya menggandeng serta digandeng Allah.
Kali ini, keputusan yang akan kamu ambil bersamaku adalah keputusan yang akan menggetarkan ars-Nya, mengikat janji langsung kepada Maha pemberi janji dan menepati janji.
Perjanjian yang Allah sukai dan Iblis benci setengah mati.
Sudah yakin?
InsyaAllah.. mari diriku, kita mengarungi serta menahkodai kapal kecil ini bersama seorang putri yang engkau telah dapatkan izin dari orangtuanya serta milik-Nya.
Ingat, apa yang terjadi di kapal kecil itu kelak, akan menjadi tanggung jawabmu bersamaku, wahai diriku. Kekurangan itu sunatullah, dan saling memperbaiki adalah ikhtiar berbuah ridho dari-Nya kelak.
Jadi, menyalahkan masa lalu itu wajar namun saling mendukung untuk masa depan itu wajib di setiap detik bersama putri ini. Agar menjadi lebih dewasa, lebih mandiri hingga lebih bermanfaat untuk sekitar.
Nikmati dengan sabar serta syukur, kuncinya itu dan harus kamu, wahai diriku ingat baik-baik.
Bismillah.. biidznillah..
Bersama itu adalah jalan untuk Allah menurunkan ridho-Nya ketika masa perhitungan.
Wahai putri, mari berjuang bersama :)



