Judul Buku: Startupreneur. Menjadi Enterpreuner StartupPenulis: Hendry E. Ramdhan
Penerbit: Penerbar Plus
Tahun Terbit: Cetakan kedua, 2016
Jumlah Halaman: 203 Halaman
Tak dapat dipungkiri, generasi milineal akanlah sangat dekat dengan kata Startupreneur dibandingkan para generasi x,y dan z. Sebuah wacana besar berhasil dihembuskan di seluruh dunia, yang entah berawal dari mana pada era sekarang. “Aku ingin menghasilkan penghasilan dari passion yang aku mau, atau aku ingin bekerja dari rumah saja, dan berbagai kalimat sejenis akan sering didengar dan tersampaikan dari mulut para generasi milineal.
Namun, taukah bahwa tak banyak juga orang/sekumpulan orang yang berhasil mewujudkan impian Startup yang ia inginkan. Inilah fakta yang disampaikan oleh Bang Hendra di dalam bukunya yang berjudul Startupreneur. Menjadi Enterpreuneur Startup. Mereka hanya menjalankan keinginan tanpa sebuah rencana yang matang dan jelas. Bang Hendra yang sudah sejak tahun 2004 menekuni dunia bisnis juga pernah merasakan kegagalan. Hingga di lima tahun terkahir, beliau berhasil menekuni bisnis di bidang suplai alat dan bahan laboratorium, yang pada akhirnya bisnis ini menjadi tiket dirinya untuk diundang menjadi perwakilan satu-satuya dari Indonesia dalam program Stanford Go-to-Market yang diadakan oleh sekolah bisnis terkemuka di dunia.
Pengalaman selama ia mendapatkan materi secara mendalam dan gratis ini, ia tuangkan dalam 16 chapter di dalam buku terbitan Penerbit Penebar Plus. Materi yang ia dapatkan –dan juga ia sampaikan di buku ini, tak tanggung-tanggung dari para penggiat startup kelas dunia. Seperti Google, Yahoo, eBay, Linkedin, dan Netflix.
Dimulai dari Pre-Chapter yang berisi ‘perpustakaan’ istilah-istilah yang sering digunakan dalm dunia Startup, sehingga pembaca awam akan paham jika terdapat istilah yang muncul di setiap chapter pembahasan. Lalu dilanjut chapter 1 dan chapter 2 mengenai bagaimana membangun strategi dalam memulai startup agar tidak berujung pada kesia-siaan. Teori yang ia paparkan adalah Design Thinking. Chapter 3 sampai chapter 6 membahas teknis-teknis yang harus dilakukan untuk merealisasikan ide yang telah diputuskan di awal. Seperti; Bagaimana membangun tim terbaik, Manajemen Keuangan, Manajemen Enterprenurship dan terakhir penetuan target pasar. Dan terakhir, bagian chapter 7 sampai chapter terakhir lebih memuat “Bagaimana strategi marketing yang berhasil?”. Dimulai dari riset pasar hingga belajar dari media-media startup yang telah sukses berhasil.
Selain itu, di setiap pergantian chapter akan ada satu halaman yang berisi satu wajah tokoh startup yang telah sukses beserta pesan/quote yang bagi saya sangat membantu untuk menumbuhkan rasa optimisme untuk memulai startup yang akan saya jalani.
Namun dibalik value buku yang sangat cocok dengan judulnya bagi saya, masih ada beberapa kekurangan yang saya rasakan. Bahasa yang digunakan penulis dalam pemaparan per chapter-nya masih menggunakan bahasa ‘dewa’, yang di mana orang awam –seperti saya masih membutuhkan waktu untuk membuka kembali bab pre-chapter atau mencari di mesin pencari. Dan kurang memakai trik menganalogikan sesuatu yang sederhana dalam menjelaskan teori/istilah-istilah yang dikeluarkan, sehingga mengurangi eror kesalahpahaman pengetahuan/informasi dan memudahkan pemaparan untuk dimengerti.
Bukan berarti buku ini tidak termasuk dalam buku yang akan saya rekomendasikan ke kawan-kawan jika ingin memulai startup. Saya sebagai orang awam merasakan diajarkan tahap demi tahap agar tidak membuat lubang yang besar hingga tidak jatuh dalam penyesalan. Dan buku ini adalah salah satu refrensinya.
Sedikit trik yang ingin saya bagikan untuk membaca buku ini untuk tidak bosan mengambil ilmunya adalah baca sesuai dengan kebutuhan/keinginan kalian. Tak perlu membaca dari pre-chapter berurut hingga chapter terakhir. Loncat-loncatlah di setiap bagian dalam membaca. Dan janganlah lupa untuk melakukannya, karena dapat dikatakan startup ketika ia berhasil dijalankan dengan konsisten, bukan sekedar dimulai.
Mari bekerja sesuai dengan rencana yang kita buat, bukan sekedar terikut arus ataupun gegabah. Agar tak menjadi generasi milineal yang gagal.
“Any time is a good time to start a company” – Ron Conway, Noted Startup Investor.
Bagikan
Review Buku: Startupreneur. Menjadi Enterpreneur Startup Karya Hendry E. Ramdhan
4/
5
Oleh
Unknown
