Minggu, 16 September 2018

Sebuah Konsekuensi ...

Sudah setengah jam lebih Kugy memandangi ransel besarnya yang tergeletak di lantai dalam keadaan kosong. Sudah sedari tadi seharusnya ransel itu terisi. Sudah sedari tadi pula dirinya harus bersiap dan berangkat ke stasiun kereta api. Namun, sedari tadi Kugy diam di tempat duduknya. Membayangkan apa yang terjadi jika ia tidak datang, sekaligus apa yang terjadi ia jika hadir di pesta itu.

Jika ia tidak datang, Noni pasti kecewa. Dan, makin genaplah simpulan sahabatnya itu bahwa ia memang berubah, menghindar, dan menjauh. Jika ia datang, hatinyalah yang remuk
Penggalan dua paragraf di dalam Novel 'Perahu Kertas' yang menggambarkan betapa suasana kebingungan ketika seseorang dihadapkan dua buah pilihan beserta konsekuensinya. Ia harus memilih diantara keduanya, tidak ada pilihan ketiga ataupun keempat.

Mari berjalan bergandengan tangan dengan erat bersama konsekuensi yang telah dipilih. Tentunya dengan senyuman.

Sabar.. hidup di dunia tidaklah lama..

Pasti ada teman :)





Bagikan

Jangan lewatkan

Sebuah Konsekuensi ...
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.